STIENU JEPARA KELAS REGULER 2 MENJADIKAN MAHASISWA AGENT OF CHANGE

2 May 2012

Stienu Jepara Kelas Reguler 2 Menjadikan Mahasiswa Agent of Change

Stienu Jepara Kelas Reguler 2 Menjadikan Mahasiswa Agent of Change, Nama: Ahmad Junaidi, NIM: 1110001686, Kelas: B. Mahasiswa adalah tonggak dari sebuah perubahan. Suatu istilah yang tentunya sudah tidak asing lagi kita dengar, yaitu bahwa Mahasiswa Sebagai Agent Of Change/Agen Perubahan. Mahasiswa selalu menjadi bagian dari perjalanan sejarah sebuah bangsa. Pemikiran kritis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi rakyat kepada penguasa, dengan cara mereka sendiri. Peran mahasiswa sangatlah nyata bagi sebuah perubahan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Diamana peran mahasiswa Stienu jepara kelas reguler 2 menjadikan mahasiswa agent of change itu sendiri diantaranya: 1) sebagai penganalisa, pemberi solusi terhadap fenomena ataupun peristiwa yang sedang terjadi di masyarakat, 2) sebagai pengamat dan pengontrol terhadap kebijakan dan keputusan pemerintah, 3) sebagai penyambung lidah atau penyampai aspirasi masyarakat kampus pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya, 4) sebagai penyampai kebenaran, 5) sebagai agen perubahan (agent of change), 6) sebagai generasi muda penerus masa depan bangsa.

de477cccb12495477582f04a2833b860_logo-stienu

Disamping itu mahasiswa Stienu jepara kelas reguler 2 menjadikan mahasiswa agent of change, ada kisah yang menarik dalam kehidupan mahasiswa Stienu jepara kelas reguler 2. Kehidupan yang menarik itu adalah kehidupan yang identik dengan kehidupan kos-kosan. Walaupun kondisi anak kos yang selalu identik dengan keprihatinan seperti yang ada dalam benak sebagian orang. Namun itu tidak semuanya benar. Karena ternyata masih ada diantara mereka yang sanggup merasakan kehidupan yang glamor dengan fasilitas dan kebutuhan yang selalu berkecukupan. Namun, jumlahnya tidak lebih banyak dari mereka yang kondisi ekonomi kosnya pas-pasan. Besar kecilnya pemasukan bergantung pada kiriman dari orang tua. Jika jatah dari orang tua habis sebelum akhir bulan, maka mulailah para anak kos ini beraksi untuk mencari pinjaman kepada teman yang dianggap lebih mampu. Tidak jarang sebagian dari mahasiswa Stienu jepara kelas reguler 2 mereka ada yang berhutang di kantin kampus atau warung ibu kos. Bulan berikutnya kembali berhutang, hanya berpindah dari satu teman ke teman lain.

Bagi mahasiswa ataupun mahasiswi jepara kelas reguler 2 yang masih mengandalkan kiriman uang dari orang tua, yang ekonomi orang tuanya menduduki kelas menengah ke bawah, keseharian mereka harus membagi dua fikiran dan konsentrasi belajarnya yang tidak mengenal tempat, saat belajar di ruang kuliah ataupun saat berada di kos-kosan. Disatu sisi mereka memikirkan kuliah yang semakin hari tugas semakin menumpuk apalagi jika sudah mendekati ujian tengah semester (UTS) ataupun ujian akhir semester (UAS). Seakan-akan tidak memberikan kesempatan lagi kepada otak untuk refressing. Disisi lain, mahasiswa ataupun mahasiswi jepara kelas reguler 2 ini harus memikirkan kondisi fisik orang tuanya yang semakin hari semakin lemah dan tentunya ekonomi orang tuanya pun juga ikut melemah. Apalagi bagi mereka yang orang tuanya tidak memiliki penghasilan tetap ataupun penghasilan sampingan. Keadaan seperti ini tentunya akan sengat mengganggu konsentrasi belajar para anak kos ini.

Solusi Masalah Mahasiswa Stienu Jepara Kelas Reguler 2 Menjadikan Mahasiswa Agent Of Change

Ada tiga perspektif solusi masalah mahasiswa stienu jepara kelas reguler 2 menjadikan mahasiswa agent of change yang bisa kita gunakan untuk menguraikan problematika yang kehidupan mahasiswa sebagai anak kos-kosan ini dan tentunya berawal dari kehidupan orang tuanya sebagai masyarakat (warga Negara) Indonesia. Perspektif pertama, perspektif ekonomi hyang diajukan para ekonom, yang menyatakan bahwa, segala krisis yang terjadi adalah akibat fundamental ekonomi Indonesia yang lemah. Sehingga mereka mengajukan solusi untuk restrukturisasi utang luar negeri, meningkatkan ekspor, dan solusi lainya. Hal ini telah dilakukan tetapi tidak menyelesaikan masalah. Perspektif kedua solusi masalah mahasiswa stienu jepara kelas reguler 2 menjadikan mahasiswa agent of change, perspektif politik. Penganut perspektif ini mengatakan bahwa, krisis yang terjadi bukan hanya disebabkan oleh rusaknya tatanan ekonomi, namun lebih disebakan oleh rusaknya tatanan politik, yang berefek pada tidak demokratisnya pemerintah. Beranjaknya dari analisis ini maka demokratisasi dilakukan di segala bidang, pemilihan presiden bahkan sampai pemilihan kepala daerah telah dilakukan secara langsung. Namun, ternyata hasilnya sampai saaat ini belum mampu menyelesaikan krisis multidimensional yang terjadi.

Perspektif ketiga stienu jepara kelas reguler 2 menjadikan mahasiswa agent of change adalah perspektif filosofi radikal. Teori ini memandang bahwa krisis multidimensional yang terjadi saat ini bukanlah semata-mata disebabkan oleh rapuhnya tatanan ekonomi dan rusaknya sistem perpolitikan, namun semua krisis ini disebabkan oleh rapuhnya idiologi Negara. Sehingga berimbas pada kesalahan penerapan sistem. Sistem yang diterapkan saat ini bukanlah sistem yang ideal namun sistem yang cacat sejak lahir dan bersifat self destructive yaitu tatanan sistem kapitalisme-sekuler. Sehingga solusi fundamental untuk menyelesaikan problem kehidupan mahasiwa ataupun mahasiswi serta masyarakat saat ini adalah mengganti sistim sekuler dengan sistem yang baru. Kegagalan sistem kapitalisme tidak hanya terjadi di Indonesia saja, namun terjadi pula di Negara yang menjadi pengusung sistim ini yaitu Amerika Serikat (AS). Adalah sebuah pilihan yang bijak ketika mengarahkan perubahan sistem tersebut ke arah penerapan Syariat Islam. Islam adalah satu-satunya idiologi yang mampu memancarkan kemuliaan, bahkan mempersatukan dua per tiga belahan dunia, dan mampu bertahan selama 1300 tahun. Serta berhasil memberi rahmat kepada alam, bukan hanya kepada orang islam semata. Sistem kapitalisme di bawah pimpinan Amerika Serikat belum mampu menyaingi kejayaan sistem Islam. Islam memberikan gambaran-gambaran jika Syariat Islam diterapkan di bawah naungan Khilafah Islamiyah. Jadi di atas adalah solusi mahasiswa stienu jepara kelas reguler 2 menjadikan mahasiswa agent of change.

Stienu Jepara Kelas Reguler 2 Yakin Islam Menjamin Kemakmuran

Masa pemerintahan Abdurrahman III memperoleh pendapatan sebesar 12 juta dinar emas (satu dinar setara dengan 4,25 gram emas). Diduga kuat jumlah tersebut melebihi pendapatan pemerintahan negeri-negeri masehi latin jika digabungkan. Sumber pendapatan tersebut bukan berasal dari pajak yang tinggi, melainkan salah satu efek dari pemerintah yang bersih dan didukung oleh kemajuan pertanian dan industry. Dari inilah mahasiswa stienu jepara kelas reguler 2 yakin dan dibekali banyak tentang agama dan akan menjadikan mahasiswa Stienu Jepara Kelas Reguler 2 Menjadikan Mahasiswa Agent of Change.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post